.
Pentingnya outsourcing bidang Teknologi Informasi
Written by Eka Kurniawan   
Thursday, 11 June 2009 21:02

Saat ini kesadaran seseorang akan pentingnya perlindungan terhadap keamanan jiwa, harta benda, atau karya cipta sudah semakin tinggi. Untuk itulah langkah asuransi dilakukan. Kita secara teratur membayar secara kepada perusahaan asuransi yang akan memberikan sejumlah uang tertentu ketika kita tertimpa musibah. Sama halnya dengan pengertian tersebut, asuransi teknologi informasi (TI) adalah investasi yang dilakukan sebuah organisasi. 

Tujuan asuransi ini yaitu melindungi bisnis dan memperkecil kemungkinan terimbas resiko bisnis atau musibah keamanan yang memungkinkan perusahaan kehilangan pendapatan. Bahkan insiden sekuriti dapat berujung pada sanksi oleh badan pengawas jika terjadi gangguan layanan atau pembocoran informasi rahasia. Hal ini bisa dialami oleh institusi keuangan dan penyedia layanan telekomunikasi.

Artikel-artikel IT menarik lainnya :

Seberapa aman sistem komputer kita?
Tanda-tanda hacking pada sistem windows
Hacking password windows kurang dari 60 detik dengan LC4
Awas ada yang mengintai di komputer anda!


Sudah optimalkah sistem keamanan Kita?


Kejahatan yang memanfaatkan TI dan tingginya risiko keamanan semakin membuat seseorang memprioritaskan keamanan dalam sebuah perusahaan. Apalagi jurus yang dilakukan "para penjahat" TI pun kian canggih. Lebih berbahayanya lagi, motivasi orang yang menjalankan dan mendesain serangan tersebut hanya mencari keuntungan bukan kepopuleran.

Sayangnya, kepedulian akan pentingnya keamanan ini tidak diiringi dengan pemahaman yang benar. Ini terbukti dengan kecenderungan yang terjadi dipasar, yakni anggapan bahwa hanya dengan memasang firewall dan perangkat penghalau gangguan, atau bahkan antivirus, sebuah organisasi sudah cukup aman. Padahal, anggapan tersebut saat ini tidak bisa berlaku lagi. Anggapan tersebut masih mengacu pada aturan dasar dari generasi sebelumnya ketika jaringan internal masih "sederhana" dan terpercaya, di saat sisi eksternal tidak dipercaya dan tidak relevan.

Intinya adalah ada batas-batas baru. Perusahaan menyadari adanya keuntungan bisnis dengan membuka akses-akses kepada client, rekanan, vendor, dan karyawan, yang bekerja jarak jauh menggunakan perangkat-perangkat mobile, seperti notebook dan PDA. Perusahaan tidak memiliki kontrol penuh terhadap perangkat-perangkat tersebut maupun penggunanya. Inilah alasannya mengapa keamanan jaringan perusahaan perlu ditingkatkan.

 

Masih sedikit perusahaan yang melakukan pelatihan keamanan internal dan program pemahaman strategi keamanan secara menyeluruh. Penelitian terkini menunjukkan 70% masalah jaringan disebabkan oleh karyawan internal. Ini mungkin terjadi karena kurangnya pengetahuan. Tapi mungkin juga karena ada karyawan yang kecewa lalu "mencuri" informasi untuk digunakan ditempat kerjanya yang baru.

Perusahaan umumnya melakukan sedikit saja usaha untuk security program assurance, event logging, pelaporan peristiwa (incident reporting) dan kegiatan respon pro-aktif. Karena itu, banyak organisasi tidak memiliki strategi keamanan informasi yang merinci proses untuk memastikan keamanan. Beberapa perusahaan juga menerapkan teknologi keamanan terbaik yang ada di pasar, tanpa memiliki orang yang benar-benar ahhli mengelola perangkat-perangkat ini secara tepat, agar prosesnya berjalan sebagaimana mestinya. Saat organisasi lebih memilih membelanjakan uangnya untuk teknologi keamanan, jumlah insiden justru meningkat.


 

Seringkali perusahaan enggan untuk melakukan outsourcing, insourcing atau multi-sourcing teknologi keamanannya. Pendapat ini dapat dikaitkan dengan sebuah pepatah lama "jangan pernah memberikan kunci rumah pada orang asing". jadi, mengapa mengijinkan pihak ketiga untuk mengakses dan mengontrol keamanan diperusahaan kita?

Jawabannya sederhana. Teknologi, utamanya dibidang sekuriti, berubah dengan cepat. Dengan berbagai macam sistem yang antar-muka, command line, input dan kontrol akses berbeda, staf internal harus terus menerus mengikuti pelatihan sehingga selalu uptodate pengetahuan tentang teknologi tersebut. Mungkin agak berat bagi perusahaan. Sementara ada mitra (terpercaya) yang terus mengupdate pengetahuan dasar seputar teknologi keamanan dan dapat membantu perusahaan mengelola kemananan. Singkatnya, outsourcing yang selektif terhadap solusi keamanan di perusahaan adalah sesuatu yang harus ada ditempat teratas dalam prioritas divisi TI.

 

Ada 10 kesalahan yang paling sering dilakukan organisasi dalam hal keamanan informasi :

  1. Tidak memiliki strategi keamanan informasi
  2. Gagal mendapatkan dukungan ahli untuk program keamanan
  3. Beranggapan keamanan hanyalah teknologi atau masalah divisi TI
  4. Menyamakan compliance dengan security
  5. Lebih memfokuskan pada perbaikan jangka pendek
  6. Gagal mengidentifikasi pentingnya progam pemahaman keamanan (security awareness program)
  7. Gagal mengidentifikasi kegagalan keamanan perimeter tradisional
  8. Gagal melindungi notebook dan PC perusahaan
  9. Gagal memahami hubungan keamanan TI dengan proses bisnis
  10. Gagal membentuk changes management yang efektif

Untuk melihat kumpulan artikel IT lainnya klik disini

Comments
Add New Search RSS
Zico   |2010-08-10 15:59:28
Artikel yang singkat dan menarik. Sangat membantu referensi saya dalam
pengerjaan tugas saya. Terima Kasih
fauzan  - Outsourcing     |2010-08-04 14:00:46
Sebaiknya perusahaan tidak mengandalkan 100% terhadap outsorcing.
analia trisna  - Hati-Hati     |2010-08-03 04:02:22
Outsourcing memang diperlukan untuk efektifitas dan efisiensi perusahaan.Tetapi
hati-hati untuk bisnis yang sangat bergantung pada IT. misalnya perbankan agar
tidak sembarangan mengoutsourcingkan jantung usahanya.
tohirin  - customer pingin aman   |2010-08-02 16:23:44
Keamamanan sistem sangat penting buat customer...
Sebagai customer bank... saya
punya pengalaman buruk hari ini... sabtu orang tua kirim duit 1,5 juta... minggu
saya ambil 500 ribu.... hari ini mau saya ambil satu juta, ternyata saldo gak
cukup, bgm bisa? kemarin saldo tersisa 1 juta... koq sekarang gak bisa ambil
uang... wah bank ternyata sistem keamanan IT nya belum 100% aman... ada resiko
yg sekaranga saya sebagai customer harus menanggung nya
angelia     |2010-08-02 03:42:47
jika tidak menyangkut core bisnis perusahaan, menurut saya tidak masalah jika
harus outsource.
fauzi suroyo  - sependapat   |2010-08-01 15:17:07
Pepatah yang anda sampaikan cukup menarik,tetapi hal ini tidak lagi berlaku
untuk masa sekarang ini,dimana persaingan antar perusahaan outsourcing IT
semakin ketat,yang mengharuskan mereka untuk profesional.akan sangat salah kalo
perusahaan outsourcing tersebut mengorbankan image perusahaan mereka yang men
generate long term bisnis,demi hanya sekedar kecurangan
tubagus qoari     |2010-08-01 05:43:55
outsourcing adalah pilihan bagi suatu organisasi dalam mengembangkan sistem
informasi manajemen
hesthi     |2010-08-01 04:50:39
menurut saya penggunaan outsourcing tetap dapat digunakan dengan tetap
memperhatikan faktor efisiensi dan resiko..harus ada pengawasan dan perjanjian
kerahasiaan dengan user.. thx...
Iqbal Fajar  - IMHO   |2010-08-01 04:39:13
kalo menurut saya, penerapan outsourcing justru bisa membuat perusahaan lebih
maju dan memiliki daya saing lebih baik dibanding kompetitor karena outsourcing
pasti menawarkan sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi perusahaan. jika biasa2
saja buat apa pake outsource?? insource saja
Adrin  - Keamanan TI Kepedulian Bersama     |2010-07-31 23:44:37
Saya setuju sekali dengan artikel yang saudara tulis.. Satu hal yang seringkali
menjadi titik rawan keamanan TI justru adalah kesadaran karyawan perusahan
prinsipal (pengguna outsourcing) yang belum seragam.. Hal yang paling sederhana
namun seringkali terjadi adalah membagi password kepada orang lain.. Saya kira
secanggih apapun sistem yang dikembangkan oleh perusahaan outsource, kesadaran
karyawan tetap menjadi hal yang kritis..
nugrohoagung   |2010-07-31 23:15:57
Sah-sah saja menggunakan jasa pihak ketiga, solusi ini sangat membantu bagi
perusahaan yang mungkin tidak ingin menitikberatkan penanganan operasional pada
suatu hal saja. Sehingga nantinya ianya bisa focus kea rah
membangun”core-business” yang sesungguhnya.
Epi Ratri     |2010-07-31 18:43:49
artikel yang sangat menarik untuk dibahas lebih lanjut, pentingnya sistem
keamanan yang digunakan untuk sistem informasi suatu perusahaan. Tks buat
infonya,,
ferdy  - Kontrol pada Outsourcing     |2010-07-31 18:32:54
Perusahaan memang memerlukan Outsourcing atas IT, namun juga harus diperhatikan
Integritas dari SDMnya. Untuk itu tetap diadakan kontrol yang optimal kepada
perusahaan outsourcing tersebut.
suherli  - Outsourcing IT perlu, tapi tidak semuanya     |2010-07-31 18:13:19
Paparan yang mencerahkan dan saya sependapat perlunya outsourcing IT. Namun
untuk bagian IT yang sangat-sangat penting sebaiknya tetap insourcing, sesuai
pepatah "Jangan serahkan kunci rumah kepada orang asing" boleh masuk
tapi ke ruang mana saja tuan rumah yang atur.
sumarno  - Komentar Positif     |2010-07-31 17:14:35
Outsourcing memang lebih effisien, tapi harus dipayungi dengan perjanjian
kerjasama yang jelas dengan pihak vendor.
cahya berlian   |2010-07-31 13:21:49
Saya setuju bahwa outsourcing yang selektif terhadap keamanan merupakan
prioritas utama bagian IT..
analisa     |2010-07-31 00:55:16
Keamanan informasi perusahaan merupakan isu penting yang harus dipertimbangkan
dalam memilih vendor IT selain dari kredibilitas dari vendor tersebut.
budhi dharma  - nice article     |2010-07-30 23:51:31
saya setuju dengan penting outsource IT namun saya lebih setuju jika SDM yang
ada di vendor Outsource IT tersebut memiliki integritas yang tinggi sehingga
tidak merugikan User
Sumarno  - 10 Kesalahan     |2010-07-30 22:04:57
10 kesalahan tersebut memang sangat sering terjadi di suatu perusahaan
bayu trisno  - akur     |2010-07-28 22:16:41
selain legalitasnya, pihak manajemen perusahaan harus terlibat penuh dalam
setiap pengembangan SIM organisasi, sehingga apabila terdapat penyimpangan oleh
pers outsource misalnya kebocoran data, dll) dapat diketahui sejak awal. tq
karno  - SLA untuk keamanan outsourcing IT     |2010-07-27 17:18:56
Sehubungan dengan adanya keengganan untuk melakukan outsourcing IT karena aspek
keamanan, menurut hemat Saya dapat diatasi menakala kebijakan outsourcing dalam
IT sudah cukup memadai dan berdasarkan pada besta practises nya. Sebagai misal
untuk sebuah proses outsourcing IT seyogyanya telah dilandasi oleh agreement
yang mengikat kedua belah pihak. Service Level Agreement (SLA) juga harus
secara jelas dan tegas mengaturnya.
solikhin     |2010-07-27 01:26:20
Setuju Mas, artikelnya membuka mata kita yang sibuk terus memanfaatkan IT,
tetapi lupa tentang keamanan data, kalau ada cara praktis dan cepat menangani
data security mungkin akan jadi solusi yang baik. Salam.
sasmoyo  - Keamanan data dan Keamanan Moral     |2010-07-26 05:47:12
..Rasanya faktor moral juga harus di masukkan sebagai faktor penting...Karena
segala sistem yang ada adalah ada dikontrol si pembuatnya. Terimakasih.
suhendi  - selektif memilih partner     |2010-07-23 02:47:17
saya sependapat bahwa selektif dalam memilih partner outsourcing menjadi kunci
utama dalam mengelola keamanan perusahaan. partner outsourcing harus dipilih
bagaikan kita memilih pasangan kita apalagi untuk kepentingan jangka panjang
perusahaan.
Didik Mardiyanto  - Oke men....     |2010-07-13 07:28:33
Sangat menarik mengenai asuransi Teknologi Informasi, sayang penjelasannya masih
kurang. Disamping itu apakah sudah ada perusahaan/konsultan yang sudah
menanganinya?, terkait dengan masalah hukumnya.
ruslan  - menarik     |2010-07-13 02:48:24
saya setuju dengan artikel ini menarik karena kesadaran akan manfaat it kurang
besar di masyarakat kita. Namun untuk perkembangannya cukup pesat
ruslan  - menarik     |2010-07-13 02:45:27
artikel yang menarik , semoga penerapannya pada perusahaan dapat memaksimalkan
dari core bisnis yang dijalankan
lasita     |2010-07-12 23:16:25
Pembahasan Anda sangat menarik dan saya sangat tertarik untuk mempelajari topik
ini lebih lanjut. Mudah-mudahan dapat memberikan banyak informasi yang akan
membuka jendela pengetahuan yang lebih luas.
agus trijaya  - keamanan data     |2010-07-12 20:51:42
sebenarnya yg paling penting dari sebuat IT outsourcing bagaimana data penting
dan rahasia dari suatu perusahaan dapat terjaga dan tidak bocor ke pihak lain.
dan sebuah perusahaan harusnya sudah tau sebelumnya tentang resiko dari
kerahasiaan data sebelum menyewa jasa outsourcing IT
Lukman F Situmorang  - keamanan informasi     |2010-07-12 16:14:15
artikel keamanan informasi yang menarik. Saya setuju untuk masalah keamanan data
memang sebaiknya di outsourcing kepada vendor
Yulita Riani Putri  - agree   |2010-07-12 07:33:19
yup.. hal yang harus dihindari dari penggunaan outsource selian ketergantungan
kepada pihak putsource yaitu bocornya informasi/data perusahaan.Sehingga jika
ingin menggunakan pihak outsource, sebaiknya maksimalka terlebih dahulu sesitem
keamanan informasi perusahaan
dina lucky  - My Green World     |2010-07-12 03:59:36
itulah sebabnya pihak manajemen yg menggunakan service outsourcing harus
benar-benar menjaga keamanan datanya melalui kontrak kerja yang
legal.

Sayangnya, peraturan di Indonesia mengenai service outsourcing belum
ada; yang ada hanya mengenai ketenagakerjaan untuk outsourcing

Salam
DL
pujiyati  - setuju     |2010-07-11 20:38:41
saya setuju dengan isi artikel ini,tetapi kemabli lagi ke pengambil kebijakan
perusahaan bagaimana dia mengatasi masalah keamanan ini
Laka Krisnalia  - Outsourcing Keamanan IT     |2010-07-10 20:56:00
Memang ada kerentanan jika outsourcing diserahkan begitu saja kepada pihak
ketiga. Untuk itu, harus dilakukan secara selektif. Lagi pula, sekarang sudah
ada UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Kalau memang vendor IT melakukan
penyalahgunaan atas kepercayaan dan kesepakatan dalam kontrak, dapat dituntut
dengan UU ITE tersebut. Tapi, pada prinsipnya kehati-hatian tetap diperlukan.
tutyratna  - setuju     |2010-07-10 06:24:27
setuju banget..cuma harus dilihat dari kebutuhan perusahaan itu sendiri serta
tingkat efektif dan efisiensinya.

Salam.
Fitriani     |2010-07-10 03:44:36
Terimakasih atas infonya.
kalo begitu strategi keamanan informasi apakah yang
harus dimiliki perusahaan.
arlan  - outsourcing     |2010-07-09 06:27:35
artikel yang singkat dan cukup menarik mengenai outsourcing
nico sugiono     |2010-07-09 02:49:31
saya seh setuju dengan tulisan ini, tapi terkadang kita masih terbentur dengan
kebijakan perusahaan
mirza     |2010-07-06 20:45:35
saya sependapat dengan saudara, keamanan data merupakan hal yang terpenting
dalam divisi IT, oleh sebab itu perlu adanya mitra yang dapat
dipercaya..

terimakasih
tigiakailaku  - betul     |2010-07-04 00:19:09
saya kira keamanan benar2 hal pertama yang perlu diperhatikan menyangkut
kerahasiaan perusahaan. sehingga benar yang dikatakan sdara adin bahwa harus ada
legalisasi terhadap kontrak keamanan sistem yang dibangun
fadilah deiner     |2010-07-03 23:22:42
berarti untuk outsourcing yang efektif dan hasilnya optimal keamanan data adalah
hal utama yang harus diperhatikan ya?

makasih..
iwan     |2010-07-03 03:54:14
mas eko, saya sependapat dengan sdr. udin, mungkin pada saat memutuskan untuk
outsourcing, kesepakatan dll harus jelas hitam diatas putih, sejauh mana pihak
outsourcing diberi kewenangan untuk melakukan tindakan-tindakan di wilayah yang
telah disepakati bersama.
eko suroso     |2010-07-03 00:36:04
kira-kira upaya apa yang dapat dilakukan oleh perusahaan ketika memutuskan untuk
melakukan IT outsourcing agar kelemahan yang terjadi dalam melakukan IT
outsourcing dapat diminimalisir
adin     |2010-07-02 23:38:10
Artikel yang baik, mungkin yg perlu diperhatikan masalah keamanan data
organisasi yakni pada klausul kontraknya mana data yang bersifat rahasia dan
mana yang tidak.
iwan     |2010-07-02 23:17:05
Mas Hendri, sebenarnya bukan masalah adanya anggapan bahwa bagian IT kurang
penting, justru saat ini sudah banyak yg menganggap bahwa bagian IT sangat
penting, tetapi masalah outsourcing ini justru ada di internal IT tersebut, yg
sudah saya jelaskan pada artikel diatas, "jangan pernah memberikan kunci
rumah pada orang asing"
Hendri Iskandar     |2010-07-02 05:30:34
saya setuju dengan pendapat anda. yang jadi pertanyaan besarkan knapa
perusahaan-perusahaan d Indonesia sering beranggapan bahwa TI masing kurang
penting. Seaman apakah TI pada perusahaan kita apabila melakukan
outsourcing?
makasih mas
Jayadin  - Setuju     |2010-07-02 04:16:09
Setuju dan sepakat.
namun juga harus diperhatikan masalah keefektifan dan
keefesienan..
salam
Jayadin MB IPB
cyberhadi  - Setuju................... oh ya tukar link     |2009-06-14 02:34:40
Saya amat setuju sekali sama pendapat diatas, Oh ya mas, saya sudah tambahkan
link anda. di link balik ya...!!!
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Jika setelah di submit komentar Anda tidak muncul dalam daftar, dimohon untuk menekan tombol F5 atau direfresh pada browser.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
BACA ARTIKEL KAMI LAINNYA :

INGIN BERLANGGANAN ARTIKEL IT DARI EKA KURNIAWAN ONLINE ?

Copyright © 2008 by Eka Kurniawan. All right reserved
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License

Secured by Siteground Web Hosting