|
Suatu waktu, nashruddin memelihara seekor kambung sebagai cadangan makanan saat musim hujan tiba. Lantaran sangat mencintai kambing itu, dia membuatkan untuknya sebuah kandang yang bagus. Melihat kambing nan elok tersebut, teman-teman nashruddin hendak merampasnya, namun mereka tidak berhasil. Akhirnya, mereka sepakat untuk menipu nashruddin.
Salah seorang dari mereka mendatanginya dan berkata, "wahai nashruddin apa yang akan kau lakukan dengan kambing itu? esok atau lusa kiamat akan tiba. mari kita sembelih kambing itu dan kami akan menjamumu dengan dagingnya". Nashruddin tak peduli akan ucapannya, namun teman-temannya terus berdatangan satu-persatu sambil mengutarakan kalimat yang senada. Nashruddin menjadi kesal dan marah. Dia lalu berjanji pada mereka untuk menyembelih kambing itu keesokan harinya dan mengundang mereka akan menghadiri pesta jamuan yang mewah. Esok harinya, nashruddin menyembelih kambing itu. Dia lalu menyalakan bara untuk membakar dagingnya. Saat nashruddin melakukan semua aktivitas itu, mereka meninggalkan nashruddin dan pergi berekreasi ke tempat yang jauh. Untuk meyakinkan nashruddin mereka meninggalkan pakaian mereka masing-masing. Karena tak seorangpun yang membantu, pekerjaannya menjadi kacau dan buruk. Nashruddin lalu mengumpulkan pakaian mereka dan memasukkannya kedalam bara hingga terbakar hangus. Ketika kembali, mereka mendapatkan pakaian itu sudah menjadi abu. Melihat itu, mereka berusaha memukuli nashruddin. Ketika melihat mereka akan memukulinya, nashruddin menoleh kepada mereka dan berkata, "Lalu, apa manfaat pakaian-pakaian itu, bila kalian percaya bahwa kiamat pasti akan tiba, baik hari ini ataupun esok?" (canda ala sufi)
|
si Agan ngelindur... mana ada bagian ...
Saya cukup bagian jiwa saja yang di a...
Artikel yang singkat dan menarik. San...
KURANG LENGKAP
Sebaiknya perusahaan tidak mengandalk...
Outsourcing memang diperlukan untuk e...
Keamamanan sistem sangat penting buat...
jika tidak menyangkut core bisnis per...