|
Kamis, 02 Februari 2012 11:38 |
|
Semua yang terjadi, segalanya, memang tidak berjalan seperti yang diinginkan. Juga bukan sesuatu yang mudah untuk diterima. Tapi, mau tidak mau, beginilah kenyataan saat ini. Harus diterima dengan jiwa besar. Saat ini aku memang kecewa menerima fakta bahwa kita tidak akan pernah bisa bersama. Tapi berangkat dari sini, satu hal yang mulai aku pelajari. Mencoba memahami kebahagiaan orang yang disayangi, sedikit mungkin bisa menjadi penawar dari kekecewaan dan dapat menumbuhkan keikhlasan hati untuk bisa menerima kenyataan, semanis dan sepahit apapun itu. Semoga pilihan ini menyertakan kebahagiaan bagi diriku, kamu, dan dia. Selalu. Lippo Cikarang, 02 Februari 2012 |
|

|
Minggu, 29 Januari 2012 09:27 |
|
Tak terhitung sudah berapa kali ini terjadi.. Jatuh dan membuatku merasa kecil di semesta ini. Kecewa dan membuatku berhenti untuk percaya orang lain. Dikhianati dan membuatku pesimis terhadap cinta. Seperti burung kecil yang baru terbang, dunia menyuruhku untuk belajar semua hal dalam waktu singkat. Aku dipaksa untuk menentukan segalanya seorang diri. Tiba-tiba saja, hidup dewasa tidak menyenangkan dipikiranku selama ini. Tapi kau selalu siap berdiri di belakangku.. Kau tetap menyemangatiku dan berkata semuanya akan baik-baik saja. Tak putus-putusnya yakin aku bisa mencapai apa pun yang kuinginkan disaat yang lainnya benar-benar meragukanku. Kau membuatku merasa berharga. Jujur saja, aku lelah berjuang terus. Tapi demi dirimu aku tidak akan menyerah dulu. Mungkin aku harus berusaha lebih keras. Mungkin aku harus mencoba sekali lagi. Entahlah. Aku tidak akan menyerah. Kau membuatku sadar.. Ternyata sejak awal, aku tidak pernah dibiarkan sendirian. 
Jakarta, 29 Januari 2012 |
|
Sabtu, 28 Januari 2012 22:32 |
|
aku sepertinya hanya mampu menghela napas panjang, sepanjang batas bayangan yang entah dimana ujungnya nanti. aku hanya mampu menarik napas dalam, sedalam lautan biru yang entah seberapa jauh dalamnya. aku hanya bisa terdiam, diam kaku seperti sebongkah batu kali ditepi sungai, dingin membeku tak bergerak meski oleh banjir bandang sekalipun. pada siapa aku bisa bertanya ketika gelisah ini menyelimuti hati? 
jakarta, 28 januari 2012 |
|
Selasa, 31 May 2011 15:45 |
|
Mungkin tidak pernah terpikirkan dalam benak Ki Hajar Dewantara, sang Bapak Pendidikan Nasional, bahwa akan lahir suatu zaman ketika orang tidak perlu berkumpul di sebuah kelas untuk menuntut ilmu. Zaman itu adalah ketika pelajaran (formal maupun informal) bisa diperoleh secara mudah tanpa harus datang ke sekolah, dan ketika informasi bisa dibagi secara cuma-cuma dan diakses dari mana saja dan kapan saja. Zaman itu adalah masa kini. |
|
Selengkapnya...
|
|
Senin, 28 Juni 2010 15:46 |
|
Selama hampir sebulan kita mengikuti pertandingan sepak bola di piala dunia 2010, yang muncul dari hati dan pikiran hanyalah perasaan geregetan. Mengapa negara-negara Afrika, seperti Afrika Selatan, Pantai Gading, Kamerun, Ghana, dan Aljazair, bisa ambil bagian dalam Piala Dunia, kita tidak? Mengapa negara-negara Asia, seperti Korea Utara, Korea Selatan, dan Jepang juga bisa tampil di piala dunia, sementara kita tidak |
|
Selengkapnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Selanjutnya > Akhir >>
|
|
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL |