.
Percayakah Anda kalau "space & time" bisa dijangkau? (2)
Written by Eka Kurniawan   
Sunday, 03 August 2008 13:53

Sambungan dari :  Percayakah Anda kalau "space & time" bisa dijangkau? (1)

Seperti yang kita ketahui bahwa waktu akan melambat seiring kecepatan suatu obyek mendekati kecepatan cahaya. Sebagai tambahan, waktu akan terhenti seiring suatu obyek menyamai kecepatan cahaya (kalo manusia, bisa dikatakan hidup abadi; tidak berubah) Hal tsb. Menurut teori relativitas umum. Aturan yg digunakan adalah “Relatif terhadap....”.

Dan aturan umunya adalah sbb: Dua peristiwa pada titik ruang yg berlainan, dapat dikatan serentak atau tidak, tergantung dari gerak pengamat di kedua titik ruang tsb.

1) Contoh untuk pengamat yg diam (tidak bergerak):

Si A tinggal di planet X dimana 1 tahun = 10 hari, si B tinggal di planet Y dimana 1 tahun = 20 hari. 1 tahun = 1 kali perputaran planet pada garis edar mengelilingi matahari. Bila kita menghitung waktu 10 tahun kemudian, menurut ukuran tahun masing2., maka si A akan menganggap si B berumur 40 tahun & si B mengangga bahwa si A berumur 10 tahun

2) Contoh untuk pengamat yg bergerak:

Si A pengamat “diam” di bumi & si B pengamat bergerak dalam pesawat dengan kecepatan ½ x kec. cahaya (1/2 c), maka, waktu yang dialami B lebih lambat 1/2 kali daripada yang dialami si A, dst.

Ini rumusnya:

Delta t = delta t’/ akar (1 –(u kuadrat / c kuadrat); di mana delta t adalah waktu relatif yang dicari oleh masings pengamat, delta t’ adalah waktu bergerak masings pengamat, sedangkan “u” adalah kecepatan bergerak pengamat & c adalah kec. Cahaya.

Untuk kasus matahari meledak, saya tidak memberikan contoh “waktu relatif”, melainkan hanya sekedar memberikan ilustrasi saja untuk menunjukkan bahwa “peristiwa masa lalu”,“peristiwa masa kini” & “peristiwa yg akan datang” yg diakui secara sahih saat ini adalah ditentukan / disandarkan pd kec. cahaya, mengingat belum ada satupun obyek yg mampu bergerak secepat cahaya.

Waktu itu terus mengalir menuju masa depan & masa depan ya belum ada, masa depan tergantung apa yg terjadi di masa kini”. Dalam awal tercipta jagat raya, seperti kita ketahui “Maha terencana & Maha teratur”, di mana Yang maha Kuasa berada di luar sistem pra universe itu sendiri. Keadaan awal itu berupa kondisi something yg memiliki massa tak hingga & volume dapat dilambangkan sebagai nol (0).

Ketika volume memuai & massa terdistribusi (ledakan besar), maka, baby universe terbentuk dengan tingkat akurasi di luar nalar segala makhluk yg berakal.(maha akurat)

Pada saat itulah “ujung simpul awal”“Space & Time” terbentuk. Lalu kemanakah simpul ruang & waktu itu menjalar...? Simpul semesta universe menyebar ke se mua arah. Sedangkan simpul waktu menuju arah masa depan......Namun, massa jagat raya yg memiliki massa yg ukurannya Maha melengkungkan arah jalur waktu, sehingga mencapai tingkat kelengkungan waktu ideal, yaitu melengkung & ujung simpul “awal waktu” bertemu dengan ujung simpul “masa depan”, sehingga terbentuklah suatu lingkaran waktu (masa lalu, masa kini & masa depan) Semua materi yg menempati space tertentu, tidak dapat menyebrang ke horozon peristiwa lainnya, mengingat terikat oleh Sunatullah (ingat teori relativitas umum einsten)

Lalu bagaimana caranya agar materi dapat menembus waktu sesingkat mungkin (seolah2 melebihi kec. cahaya...?)..... Bayangkan sebuah bola khayal, di mana materi menyusuri waktu konvensional (menurut Sunatullah) merambat mengitari permukaan bola & akan terasa sangat jauh bila materi itu menyusuri permukaan bola seiring waktu konvensional. Lalu, bagaimana jika materi tsb “ngebor” bola tsb. & masuk melalui lubang hasil pengeboran yg (di asumsikan) tegak lurus. Tentu, materi tsb akan lebih cepat sampai pada yg dituju. Lalu, apa wujud nyata lubang pengeboran tersebut yg ada di jagat raya nyata....?, Lubang tersebut adalah “Lubang cacing / ulat” & harus memiliki dua pintu. Pintu yg satu adalah tempat masuk yg dinamakan “Black-hole”, & pintu yg satu lagi adalah pintu tempat keluar yg disebut “White-hole”

Lalu...Pintu2 itu terbentuk dari apa...?...Pintu2 itu terbentuk dari bintang yg mati & runtuh terhadap diriya sendiri.

Nah, sekarang, kita / materi dapat seolah2 bergerak melebihi kec cahaya bila melalui wormhole tsb. Lalu, bila kita masuk dari salah satu blackhole yg ada di galaksi kita (bima sakti / milkyway)....Keluarnya akan ke mana....?....  Keluarnya akan ke jagat raya yg sama atau ke jagat raya lainnya yg memiliki dimensi waktu yg berbeda dengan tempat kita masuk lubang tsb., maupun memiliki dimensi yg nyaris sama.

 

Comments
Add New Search RSS
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Jika setelah di submit komentar Anda tidak muncul dalam daftar, dimohon untuk menekan tombol F5 atau direfresh pada browser.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 
BACA ARTIKEL KAMI LAINNYA :

INGIN BERLANGGANAN ARTIKEL IT DARI EKA KURNIAWAN ONLINE ?

Copyright © 2008 by Eka Kurniawan. All right reserved
Joomla! is Free Software released under the GNU/GPL License

Secured by Siteground Web Hosting