|
Setelah lama menggunakan Windows Vista, namun akhirnya kita lebih memilih Windows XP karena lebih stabil dan mudah diatur. Oleh karena itu, akan saya berikan beberapa tips dan tricks bagi siapa saja yang ingin beralih dari Windows Vista ke Windows XP. Microsoft telah menginventasikan jutaan dolar hanya untuk memasarkan Vista. Mereka juga membuat kontrak-kontrak baru dengan para vendor untuk mendukung Vista.
Bahkan, beberapa waktu lalu, Microsoft menghentikan penjualan lisensi OEM serta retail untuk XP. Namun, semua itu tidak ada hasilnya. Pengguna PC masih sangat mencintai Windows XP. Windows XP memang lebih mudah diatur dan stabil. Oleh karena itu saat ini banyak pengguna Windows Vista yang melakukan downgrade ke Windows XP. Namun, proses downgrade harus dipersiapkan dengan sangat matang. Terutama yang berhubungan dengan driver-driver yang mendukung PC kita. Contohnya saja driver untuk pengontrol SATA. Jika driver ini tidak kita temukan, maka siap-siap saja jika harddisk SATA kita menganggur. Untuk kembali ke XP, prosesnya tidak cukup dengan menyingkirkan Vista lalu menginstall XP. Tidaklah sesederhana itu. Biasanya, saat kembali ke XP, setengah dari hardware yang terpasang di PC tidak akan berfungsi. Oleh karena itu, ada baiknya kita periksa kembali semua kebutuhan untuk proses downgrae agar pada saat dikerjakan tidak ditemukan masalah yang berarti. Sebelum kita melakukan downgrade, sebaiknya semua driver yang dibutuhkan sudah tersedia. Driver ini bisa dicari di CD driver yang disertakan pada saat kita membeli PC atau bisa juga dengan mendownload-nya dari internet. Sebenarnya XP sudah menyediakan banyak driver standar. Dengan driver bawaan windows tersebut, hardware pada PC sudah bisa dikenali. Namun, driver tersebut hanya solusi sementara. Dengan driver bawaan windows, feature-feature khusus pada hardware tidak bisa dijalankan dengan baik. Oleh karena itu sebaiknya cari dan gunakan driver dari produsennya. Pada proses downgrade ini, bagian yang harus mendapatkan perhatian khusus adalah driver SATA. Mengapa? karena kebanyakan PC sekarang ini sudah menggunakan harddisk dengan tipe SATA. Padahal, driver ini tidak terdapat pada installer Windows XP. Untuk mengakalinya ada beberapa trik : 1. Jika PC kita menggunakan floppy drive, kita bisa mengcopy driver SATA kedalam disket. Saat menginstall XP, tekan tombol "F6" pada keyboard lalu masukkan disket untuk mengcopy driver SATA. Bagaimana jika produsen mainboard tidak lagi menyediakan akses ke floppy drive dalam BIOS? apabila kita menemukan masalah seperti itu, satu-satunya jalan adalah dengan mengintegrasikan driver SATA ke CD installer Windows XP (poin no.2) 2. Mengintegrasikan driver SATA ke CD installer Windows XP. Untuk melakukan ini, diperlukan satu program khusus yang bisa mengedit file dalam CD installer, salah satunya adalah Nlite. Selain itu, kita bisa juga menambahkan SP3 dan Windows Update kedalam CD setup. Dengan freeware Nlite, kita bisa membuat sebuah CD Windows yang lengkap, cepat, dan nyaman. Untuk membuat CD, jalankan Nlite dan masukkan drive yang berisi CD Setup XP asli. Kemudian integrasikan driver harddisk SATA dalam option "driver". Masukkan folder dengan driver yang telah di ekstrak dan berisi file "TXTSetup.OEM". Dengan cara yang sama kita juga bisa menambahkan driver untuk hardware yang lain. Selanjutnya lengkapi CD Setup dengan Service Pack, Hotfix, dan Update Patch. Terakhir, aktifkan pilihan "Boot-ISO-Image" dan biarkan Nlite membuat CD Setup XP. Proses ini bisa berjalan agak lama. Jika sudah selesai, file ISO yang dihasilkan bisa langsung di Burn kedalam CD atau DVD. Setelah CD Setup XP siap, restart PC dan lakukan booting dari CD-Drive. Masukkan CD XP yang tadi sudah kita buat. Proses installasi akan berjalan secara otomatis. Pada proses install ini, lebih baik lakukan format harddisk dalam format NTFS. Hal ini dilakukan agar jejak-jejak Windows Vista terhapus semuanya.
|
si Agan ngelindur... mana ada bagian ...
Saya cukup bagian jiwa saja yang di a...
Artikel yang singkat dan menarik. San...
KURANG LENGKAP
Sebaiknya perusahaan tidak mengandalk...
Outsourcing memang diperlukan untuk e...
Keamamanan sistem sangat penting buat...
jika tidak menyangkut core bisnis per...